Retreat Mengatasi Kelemahan Diri – 7 Dosa Pokok

Pengisian utama yang diutarakan dalam Retreat Mengatasi Kelemahan Diri ialah 7 Dosa Pokok (The Seven capital Sins). Di sini saya akan kongsikan apakah yang dimaksudkan dengan 7 Dosa Pokok yang dipetik daripada laman web Komunitas Tritunggal Mahakudus (Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia kerana sesungguhnya kebanyakan bahasa yang digunakan dalam mengupas 7 dosa pokok ini dalam retreat tersebut juga bahasa Indonesia). Diharapkan ini akan membantu rakan-rakan yang lain lebih memahami apakah kelemahan dalam diri kita yang kita perlu atasi supaya kita semakin mendekat dengan Yesus dan bukan sebaliknya. Tanpa kita sedari dalam hidup kita sehari-hari kita telah melakukan sesuatu yang mendorong kepada dosa atau melakukan dosa dan seterusnya menyebabkan kita kehilangan rahmat cinta kasih Yesus. Kita menjauh daripada-Nya tanpa kita menyedari apa yang telah kita lakukan. Marilah sama-sama kita refleksikan tentang 7 Dosa Pokok ini di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam perjalanan hidup, manusia seringkali jatuh dalam 7 dosa pokok, kecenderungan akan yang jahat itu ada pada diri manusia karena dosa asal (Rm 5:12). Kita tidak mampu mengubah hidup kita sendiri. Kita membutuhkan rahmat Allah untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang bersumber dari 7 dosa pokok : kesombongan, iri hati, percabulan, kerakusan, kikir, kemarahan, kemalasan.

Keinginan daging mengkungkung kita ke dalam dosa dan ketidakpercayaan. Namun karena belaskasihan-Nya yang tak terbatas Allah mengirimkan Putera Tunggal-Nya ke dunia untuk mengubah kita. Melalui kematian dan kebangkitan, Yesus mencurahkan Roh Kudus agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat Ilahi.

Sekarang kita tidak perlu bersandar pada kekuatan sendiri karena kuasa Allah tinggal dalam diri kita. Singkatnya, untuk mengatasi daging, kita harus terus-menerus menyerah kepada Roh Kudus (Yer 17:7-8).

1. KESOMBONGAN:
Ciri-ciri kesombongan:

* Manusia mengira mempunyai sesuatu yang baik dari dirinya sendiri, dari kemampuannya sendiri.

* Manusia mengira sesuatu kebaikan diberikan karena jasa-jasanya sendiri.

* Manusia berbangga-bangga mempunyai sesuatu yang sebetulnya tidak dimilikinya.

* Menganggap diri lebih unggul dan mempunyai lebih banyak daripada orang lain, mengira mempunyai bakat-bakat yang lebih daripada orang lain, sehingga menghina atau memandang rendah orang lain

Cara mengatasinya:

* Menyadari bahwa semuanya pemberian secara cuma-cuma dari Tuhan.

* Banyak mengucap syukur atas anugerah Tuhan.

* Jangan suka membicarakan kebaikan-kebaikan sendiri.

* Merenungkan kesengsaraan Tuhan dan pengosongan diri Allah.

* Penyembuhan batin, dan banyak memuji Allah (Luk 1:46-55)

Teks Kitab Suci:

Yes 2:11: Manusia yang sombong akan direndahkan, yang angkuh akan ditundukkan, dan hanya Tuhan sajalah Yang Maha Tinggi.

2. IRI HATI:

Ciri-ciri orang yang iri hati:
* Tidak tahan kalau ada orang lain yang melebihi dia
* Tidak senang pada keberhasilan orang lain
* Senang bila melihat orang lain jatuh atau gagal.
* Menjatuhkan nama baik orang lain dan menjelekkan orang lain karena iri hatinya tsb.

Cara mengatasinya:

* Menjauhi perkataan dan perbuatan yang meremehkan orang lain.
* Mengungkapkan cinta kasih secara praktis terhadap sesama yang membuat ia iri hati, dengan cara bersikap baik, menolong , berbicara ramah, dsb. (Theresia L.)
* Mencari sifat-sifat baik yang terdapat pada orang yang membuat iri hati, dan bersyukur kepada Tuhan
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:

Yak 3:16: Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

3. PERCABULAN :

Ciri-ciri percabulan:

* Manusia dibutakan oleh nafsu seksnya, sehingga tenggelam di dalamnya, ia hampir-hampir tidak percaya bahwa ada kenikmatan dan kebahagiaan lain selain kenikmatan daging ini.
* Fantasinya dipenuhi oleh gambaran-gambaran yang tidak senonoh, akibatnya ia tidak mampu mengangkat hatinya kepada yang ilahi.
* Orang kehilangan kebebasannya sehingga diperbudak olehnya.
* Damai batinnya hilang sama sekali, dan sering dikejar rasa bersalah, tidak bisa menerima dirinya sendiri, bahkan jatuh dalam pergaulan bebas dan aborsi, homo/lesbi, dll. (BF)

Cara mengatasinya:

* Menjaga panca indera, menjauhkan diri dari godaan-godaan yang merangsang, gambar, film, dll.
* Penyembuhan batin.
* Firman Allah, doa, lingkungan yang sehat, pelayanan.

Teks Kitab Suci:

1 Kor 3:16; 6: 15, 19 = Bait Allah
Ef 6:10-20 = Perlengkapan rohani

4. KERAKUSAN, TAMAK, LOBA, GELOJOH:

Ciri-ciri orang rakus:

* Ia diperbudak oleh keinginan untuk memiliki harta, dan kekayaan sehingga mengabaikan semua segi kehidupannya, menghalalkan segala cara, ia menghargai harta melebihi Tuhan dan manusia, menjadikan harta sebagai berhalanya.

* Ia diperbudak oleh keinginan untuk makan dan minum melebihi segalanya, sehingga mengabaikan cinta kasih dan kesopanan terhadap sesama manusia.

* Ia diperbudak oleh nafsu ingin memperoleh pengetahuan melebihi segala sesuatu, mengejar ilmu sampai melupakan Tuhan dan sesama.

Cara mengatasinya:

* Dengan cara penyangkalan diri akan makan, minum, kerja, belajar, mengatur waktu secara seimbang, dan hidup dengan teratur.* Penyembuhan batin, dan mengingat kehidupan abadi, bahwa yang terpenting itu adalah kehidupan jiwanya yang kekal, jangan sampai kebutuhan sandang, papan, yang sementara sifatnya memperbudak dirinya.

Teks Kitab Suci:

* Yak 4:1 = hawa nafsu

* Yak 5:5 = foya-foya

* 1Tim 6:10 = akar kejahatan: cinta uang

* Ibr 13:5 = hamba uang

5. KIKIR (KEDEKUT):

Orang yang rakus akan harta, makan-minum, dan ilmu pengetahuan dapat dibutakan sedemikian rupa sehingga ia tidak peduli lagi akan kebutuhan sesamanya. Ia dapat jatuh dalam dosa kikir, karena menumpuk harta demi harta, tidak mau berbagi, berderma atau menolong sesama yang berkekurangan, ia menikmati makan minum tanpa peduli sesamanya yang kelaparan, ia juga tidak mau berbagi soal ilmu pengetahuan/ mau pandai sendiri.

 

6. KEMARAHAN:

Ciri-ciri pemarah:

* Cepat emosi, bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun

* Mengungkapkan emosi dengan perkataan atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain tanpa pikir panjang

Cara mengatasinya:

* Yang bersifat jasmani: olah raga, menyanyi lagu pujian, mengalihkan kemarahan pada hal-hal yang positif

* Yang bersifat rohani: mengampuni, mendoakan orang-orang yang membuat marah, melihat kehadiran Tuhan dalam diri sesama.

* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:

* Pkh 7:9 = jangan lekas marah

* Yak 1:19-20 = amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah

7. KEMALASAN:

Ciri-ciri kemalasan:

* Suka menganggur

* Suka melalaikan tugasnya

* Bersikap sembrono dan tidak bertanggung jawab

* Tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan pada waktunya.

* Tidak ada kerapian dan kebersihan

* Mencari istirahat melampaui batas

* Menunda-nunda tugas, tidak disiplin

Cara mengatasinya:

* Menyangkal diri

* Hidup teratur dan disiplin

* Memberi motivasi pada tugas/pekerjaan yang dilakukan, misalnya untuk silih dosa, melakukan demi kasih kepada Yesus

* Penyembuhan batin.

Teks Kitab Suci:

* Ams 26:14 = seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.

* Ams 21:25 = si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja.

Kita tidak mampu mengubah hidup kita dengan kekuatan sendiri maka kita perlu menyerah kepada Roh Kudus. Cara-cara menyerah kepada Roh Kudus:

1. Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup, menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam setiap segi kehidupan kita.

* Doa

* Baca Firman/ Kitab Suci setiap hari

* Menghayati sakramen-sakramen, terutama Ekaristi dan Tobat.

2. Beriman.

Berjuang terus tanpa putus asa, membiarkan Tuhan yang mengubah hidup kita.

3. Bersukacita dalam segala keadaan.

1 Tes 5:16-18 : percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bersuka cita, berdoa senantiasa, mengucap syukur dalam segala perkara.

4. Melihat masalah sebagai salib.

Melihat masalah sebagai salib, sebagai sarana untuk memurnikan kita, memperkuat dan membentuk kita menurut citra Kristus sendiri. Kita sedang dibentuk oleh Allah menjadi indah.

5. Menyingkirkan kepahitan.

Mengampuni, berdamai, mencintai semua orang yang melukai kita, mengampuni dan sabar terhadap kelemahan sendiri dan ingat bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar daripada dosa kita

6. Bergabung dalam suatu komunitas kristiani.

Kita dapat berbagi suka duka lewat saudara-saudara seiman yang dapat mendengarkan sharing kita, sehingga kita mengalami peneguhan, dikuatkan dalam iman oleh saudara-saudara yang lain, dapat membagi pengalaman, melayani dan saling mencintai dalam komunitas kristiani, di situ kita dapat bertumbuh menjadi seorang Kristen yang sejati.

Diharapkan perkongsian info ini akan membantu kita dalam mereflsksikan perbuatan kita dalam kehidupan seharian kita. Saya sendiri mengakui bahawa, tanpa saya sedari terdapat perbuatan saya yang menjurus kepada dosa dan menjauhkan saya daripada rahmat cinta kasih Yesus. Terdapat satu lagi akar kepada dosa iaitu CINTA DIRI. Ini akan saya perkongsikan pada entri berikutnya. Semoga anda semua diberkati. Amen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s